Cahaya tak pernah hilang.
Bulan hanya mengundang kita belajar untuk sabar dan percaya.
Ketika wajahnya tertutup bayangan bumi, ia seakan berkata:
“Jangan takut pada gelap, sebab terang tidak lenyap, hanya menanti saatnya kembali.”
Demikian pula dalam hidup: saat kita merasa redup, Tuhan tidak pernah pergi.
Ia hanya mengajarkan kita menunggu dengan setia,
agar ketika terang datang, hati kita lebih siap untuk menyambut-Nya.
Doa Singkat
Ya Tuhan, dalam setiap gerhana hidup kami,
ajarlah kami untuk sabar,
percaya bahwa kasih-Mu tak pernah padam,
dan menanti cahaya-Mu yang pasti kembali.
Amin.
I. Ismartono, SJ - Gerhana Bulan Merah, September, 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar