Pada tanggal 4 Juni 2025, sebuah peristiwa penuh makna terjadi di Stasi Mandor, salah satu stasi Paroki Landak, Kalimantan Barat. Di tengah pepohonan tropis dan denyut kehidupan masyarakat Katolik yang terus bertumbuh di antara kota Pontianak dan Singkawang, berdirilah sebuah rumah doa baru: Gereja Santa Katarína dari Siena.
Gereja ini dibangun sebagai tanda kasih dan kenangan akan Ibu Katarína, ibunda dari Romo Markus Wanandi SJ, seorang imam Jesuit dari Provinsi SJ Indonesia. Dalam semangat pengabdian kepada Tuhan yang dikenal dalam tradisi Ignasian sebagai Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG), gereja ini menjadi saksi cinta keluarga dan umat kepada Allah yang terus berkarya dalam sejarah manusia.
Romo Markus bersyukur dapat sedikit merealisasikan niat baik untuk berbagi kepada umat yang selama ini hidup dalam keterpencilan teritorial, namun tetap satu dalam persekutuan ibadah di rumah Tuhan. Gereja Santa Katarína , yang berdiri di Kelurahan Mandor, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat,ini adalah wujud nyata dari perjumpaan kasih dan iman.
Pendirian gereja ini merupakan kelanjutan dari kerinduan seorang ibu yang ingin membantu mendirikan sebuah gereja di Kalimantan, wilayah yang masih sangat membutuhkan sarana peribadatan yang layak. Oleh keluarga, kerinduan itu kemudian dijadikan keputusan bersama di Pontianak, setelah diadakan pembicaraan awal antara Romo Markus Wanandi SJ dan Romo Sarjumunarso SJ yang saat itu sedang bertugas di Keuskupan Agung Pontianak. Gagasan ini lalu mendapat dukungan penuh dari Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.
Dengan kapasitas menampung antara 700 hingga 1000 umat, gedung gereja ini tidak hanya hadir sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai simbol harapan dan masa depan bagi komunitas Katolik di Mandor dan sekitarnya. Diresmikan dan diberkati oleh Uskup Agung Agustinus Agus, serta dihadiri oleh wakil gubernur dan pimpinan daerah setempat, perayaan ini menjadi momentum kebersamaan lintas keluarga dan pemerintahan, iman dan budaya.
Gereja Santa Katarína diharapkan menjadi pusat spiritualitas dan pelayanan pastoral bagi umat yang terus berkembang di Mandor dan sekitarnya. Di tempat ini, Sabda akan terus diwartakan, sakramen dirayakan, dan persaudaraan dipererat.
Semoga Gereja ini menjadi pelita yang menuntun umat kepada Terang Kristus, dan menjadi tanda bahwa cinta seorang ibu dapat melintasi generasi dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Ad Maiorem Dei Gloriam!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar