Banten, Romo
Ignatius Ismartono, SJ, pimpinan Perkumpulan Sahabat Insan, hadir sebagai
narasumber dalam kegiatan Semiloka bertajuk "Mewujudkan Keutuhan Alam
Ciptaan" yang diselenggarakan oleh Paroki Serpong Gereja Santa Monika di
Universitas Atma Jaya Kampus 3 BSD (Jl.
Raya Cisauk Lapan, Sampora, Kec. Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten 15345)
pada Sabtu, 21 Februari 2026. Dalam sesi talk show yang dipandu oleh Bp.
Anton Pradjasto, Romo Ismartono menguraikan dasar-dasar ajaran Gereja untuk
mewujudkan “keutuhan alam ciptaan” dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Dalam
acara ini ditawarkan pengertian spiritualitas ekologi bagi para peserta, yang
berkumpul untuk merumuskan aksi nyata dalam mengatasi krisis sampah di wilayah
Tangerang Selatan.
Lebih
lanjut, Romo Ismartono menyoroti pentingnya koreksi terhadap antroposentrisme
berlebihan yang selama ini mereduksi alam hanya sebagai komoditas ekonomi
semata. Beliau menggarisbawahi konsep "ekologi integral" yang
diperkenalkan dalam Ensiklik Laudato Si', di mana kerusakan lingkungan
selalu saling terkait dengan ketidakadilan sosial yang berdampak pada kaum
miskin: disampaikan bahwa setiap komunitas memiliki kewajiban moral untuk
melindungi bumi demi menjamin keberlangsungan kesuburannya bagi generasi
mendatang.
Puncak
acara ini adalah ajakan untuk melakukan "pertobatan ekologis," yakni
sebuah pergeseran batin dari mentalitas menguasai menuju spiritualitas merawat.
Romo Ismartono menyerukan agar umat beralih dari konsumsi tanpa batas menuju
kesederhanaan hidup yang nyata: ditekankan bahwa melindungi karya Allah adalah
bagian esensial dari kehidupan yang saleh dan bukan sesuatu yang bersifat
opsional. Hal ini diwujudkan melalui tindakan konkret seperti pengurangan
plastik sekali pakai, pengelolaan sampah berbasis parokidan pembuatan eco
enzyme.
Penulis: Maria Fransiska
Saraswati
Dokumentasi: Paroki Santa
Monika.




.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar