31 Juli – Hari Peringatan Santo Ignatius Loyola
Hari ini, saat Gereja merayakan Santo Ignatius Loyola—pendiri Serikat Yesus—Saya merenung lebih dalam tentang hidupku sendiri sebagai seorang Jesuit. Di tengah kondisi fisik yang melemah karena sakit dan menjelang operasi, saya justru merasa semakin kuat secara batin. Banyak hal yang ingin kubagikan, sebagai catatan syukur dan refleksi dalam terang Ignatius.
Perjalananku sebagai seorang Jesuit bukanlah tanpa rintangan, namun selalu penuh makna. Saya belajar untuk tidak menutup-nutupi kelemahan, karena di situlah Tuhan paling hadir dan berbicara. Inilah yang Santo Ignatius ajarkan: membuka hati untuk mendengarkan suara Tuhan, bahkan dalam kelemahan kita yang paling dalam.
Saat ini, saya berkarya di Sahabat Insan, sebuah organisasi kecil yang berlokasi di Gedung Alfonsus, Kolese Kanisius. Kami memberi perhatian pada migrasi paksa, para korban perdagangan manusia dan juga menyuarakan kepedulian terhadap bumi yang rusak karena krisis iklim. Saya percaya, ini bagian dari perutusan Gereja sebagaimana ditegaskan dalam ensiklik Laudato Si’—menjaga ciptaan, memperjuangkan martabat manusia.
Saya bangga melihat para Kanisian muda yang terus menumbuhkan spiritualitas Ignasian dalam hidup mereka. Pedagogi Ignasian yang membentuk mereka adalah kekuatan besar. Maka saya mengajak mereka untuk terus melihat dunia dengan mata Ignasian—melalui refleksi mendalam, analisis kritis dan semangat pelayanan. Dan yang paling penting, menumbuhkan rasa kebersamaan dengan Gereja: sentire cum Ecclesia—merasakan bersama Gereja, dalam suka maupun duka dunia ini.
Di hari Ignatius ini, doa saya sederhana: semoga kita semua, dalam kapasitas dan panggilan kita masing-masing, tetap setia dan berani menghidupi semangat Ignatius di tengah dunia yang terus terluka.
Ignatius Ismartono, SJ
Kamis, 31 Juli 2025
Menghidupi Semangat Ignatius di Tengah Dunia yang Terluka
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tiga Perempuan Penjaga Kehidupan: Dewi Kunti, Dewi Sinta, dan Dewi Mariyah (Bunda Maria)
Dalam keheningan bumi Nusantara, kita mengenal sosok-sosok perempuan yang memancarkan energi kehidupan: Dewi Kunti, Dewi Sinta, dan Dewi M...
-
Pada tanggal 4 Juni 2025, sebuah peristiwa penuh makna terjadi di Stasi Mandor, salah satu stasi Paroki Landak, Kalimantan Barat. Di tengah ...
-
Hari ini kita merayakan Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Injil memperlihatkan kepada kita Rasul Tomas, seorang murid yang jujur dalam keraguan...
-
Teks lengkap dokumen tersebut beserta terjemahan dalam Bahasa Indonesia, dapat diunduh melalui link berikut: https://bit.ly/LatihanRohan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar