With what kind of renewed spirit and perspective are catechists called to share the Catholic faith with the faithful and those preparing for baptism?
According to Jesuit priest Fr. Ignatius Ismartono, the answer lies in promoting the spirituality of Laudato Si’, the encyclical released by the late Pope Francis (1936–2025), which, since its publication in 2015, has inspired countless people around the world, both Catholics and non-Catholics, to act for the care of our common home, the Earth.
“In Indonesia,” Fr. Ismartono, SJ, explained, “Laudato Si’ has been widely recognized, even by many from the Muslim community, as one of the Church’s brightest contributions to the world, inspiring humanity to respond and act to prevent the destruction of our planet.”
Speaking before 560 catechists from the Archdiocese of Jakarta who gathered last week for the 2nd Catechists’ Day at the Samadi Retreat House in East Jakarta, Fr. Ismartono offered a clear message: catechists are invited to integrate the spirituality of Laudato Si’ into their ministry as a concrete expression of faith and repentance.
“If we are asked from what perspective we should proclaim the Catholic faith in today’s critical times, my personal advice is this: study Laudato Si’ and live out its core spiritual values as your own commitment to conversion,” urged Fr. Ismartono, who is widely regarded as one of the leading animators of the Laudato Si’ Movement in Indonesia.
The gathering, organized by the Commission for Catechists of the Archdiocese of Jakarta (KomKat KA), serves as an annual forum to strengthen and inspire both professional catechists and volunteer religion teachers who serve in 70 parishes across the archdiocese.
Fr. Ismartono emphasized that Laudato Si’ offers a new way to interpret and live biblical teachings in the present context.
“The Scriptures tell us that God is the Creator and owner of the universe, and that humankind has been entrusted with its resources. Unfortunately, this has often been understood in a way that encourages domination and exploitation rather than care and stewardship,” he explained.
“Through Laudato Si’, Pope Francis invites us to use the Earth’s resources wisely, with conscience and responsibility, so that future generations may still enjoy their fruits. We are not to act like greedy exploiters but as faithful guardians of God’s creation,” Fr. Ismartono reminded the participants.
His message received warm appreciation from the hundreds of catechists present.
Over 560 catechists from the Archdiocese of Jakarta gathered for the 2nd Catechists’ Day at the Samadi Retreat House in East Jakarta.
Gratitude and Encouragement
Representing the Archdiocese of Jakarta, Cardinal Ignatius Suharyo expressed deep gratitude to all catechists for their dedication to teaching the faith and promoting ecological awareness.
“On behalf of the Archdiocese, and personally, I thank you for your wholehearted commitment to becoming influential catechists who bring faith to life among the people of God,” said the Cardinal during the event’s closing Mass.
The event was also attended by 12 priests from various parishes and Fr. Yohanes Kartiba, Pr., who serves as the Executive Secretary of the Catechetical Commission of the Indonesian Bishops’ Conference (Konferensi Waligereja Indonesia, KWI).
About the Author
Mathias Hariyadi is a journalist and freelance writer based in Indonesia, who contributes to global Catholic magazines and platforms.
***
Translation into Indonesian:
Animator Jesuit Laudato Si’ menginspirasi 560 Katekis Keuskupan Agung Jakarta
Lebih dari 560 katekis dari Keuskupan Agung Jakarta berkumpul untuk Hari Katekis ke-2 di Rumah Retret Samadi, Jakarta Timur.
Dengan semangat dan perspektif baru seperti apa para katekis dipanggil untuk berbagi iman Katolik dengan umat beriman dan mereka yang sedang mempersiapkan diri untuk pembaptisan?
Menurut Romo Jesuit Ignatius Ismartono, jawabannya terletak pada peningkatan spiritualitas Laudato Si’, ensiklik yang dikeluarkan oleh mendiang Paus Fransiskus (1936–2025), yang, sejak diterbitkan pada tahun 2015, telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia, baik Katolik maupun non-Katolik, untuk bertindak demi pemeliharaan rumah kita bersama, Bumi.
“Di Indonesia,” Romo Ismartono, SJ, menjelaskan, “Laudato Si’ telah diakui secara luas, bahkan oleh banyak umat Muslim, sebagai salah satu kontribusi Gereja yang paling cemerlang bagi dunia, yang menginspirasi umat manusia untuk merespons dan bertindak guna mencegah kehancuran planet kita.”
Berbicara di hadapan 560 katekis dari Keuskupan Agung Jakarta yang berkumpul minggu lalu dalam Hari Katekis ke-2 di Rumah Retret Samadi di Jakarta Timur, Romo Ismartono menyampaikan pesan yang jelas: para katekis diundang untuk mengintegrasikan spiritualitas Laudato Si’ ke dalam pelayanan mereka sebagai ungkapan nyata iman dan pertobatan.
“Jika kita ditanya dari perspektif apa kita harus mewartakan iman Katolik di masa kritis saat ini, nasihat pribadi saya adalah: pelajarilah Laudato Si’ dan hidupilah nilai-nilai spiritual intinya sebagai komitmen Anda untuk bertobat,” desak Romo Ismartono, yang secara luas dianggap sebagai salah satu penggerak utama Gerakan Laudato Si’ di Indonesia.
Pertemuan yang diselenggarakan oleh Komisi Katekis Keuskupan Agung Jakarta (KomKat KA) ini merupakan forum tahunan untuk memperkuat dan menginspirasi para katekis profesional maupun guru agama sukarela yang melayani di 70 paroki di seluruh keuskupan agung.
Romo Ismartono menekankan bahwa Laudato Si’ menawarkan cara baru untuk menafsirkan dan menghayati ajaran Alkitab dalam konteks masa kini.
“Kitab Suci memberi tahu kita bahwa Allah adalah Pencipta dan pemilik alam semesta, dan bahwa umat manusia telah dipercayakan dengan sumber dayanya. Sayangnya, hal ini sering dipahami dengan cara yang mendorong dominasi dan eksploitasi, alih-alih kepedulian dan pengelolaan,” jelasnya.
“Melalui Laudato Si’, Paus Fransiskus mengajak kita untuk memanfaatkan sumber daya bumi secara bijaksana, dengan hati nurani dan tanggung jawab, agar generasi mendatang tetap dapat menikmati hasilnya. Kita tidak boleh bertindak seperti pengeksploitasi yang rakus, melainkan sebagai penjaga setia ciptaan Allah,” Romo Ismartono mengingatkan para peserta.
Pesan beliau mendapat apresiasi hangat dari ratusan katekis yang hadir.
Lebih dari 560 katekis dari Keuskupan Agung Jakarta berkumpul untuk Hari Katekis ke-2 di Rumah Retret Samadi, Jakarta Timur.
Ucapan Syukur dan Dorongan Semangat
Mewakili Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh katekis atas dedikasi mereka dalam mengajarkan iman dan meningkatkan kesadaran ekologis.
“Atas nama Keuskupan Agung, dan secara pribadi, saya berterima kasih atas komitmen sepenuh hati Anda untuk menjadi katekis yang berpengaruh dan menghidupkan iman di antara umat Allah,” ujar Kardinal dalam Misa penutup acara tersebut.
Acara ini juga dihadiri oleh 12 imam dari berbagai paroki dan Romo Yohanes Kartiba, Pr., yang menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar