SURAT NATAL 2025
(sapaan)
Seperti yang telah terjadi selama ini, menjelang Hari Raya Natal saya kembali menulis sepucuk surat sederhana. Niat saya tetap sama: mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang masih mengaruniakan hidup, napas dan kesempatan bagi kita untuk bersama-sama berdoa di depan Palungan Yesus, Sang Imanuel yang hadir menyertai perjalanan kita.
Pada kesempatan penuh rahmat ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus atas kebersamaan kita selama ini. Kebersamaan yang tidak hanya membuat hidup lebih berarti, tetapi juga saling menyalakan inspirasi, keteguhan dan kekuatan dalam ziarah kehidupan yang tak selalu mudah. Dalam suka dan duka, kita saling menopang; dalam terang dan gelap, kita saling menuntun.
Saya juga menyampaikan terima kasih mendalam atas dukungan bagi karya Sahabat Insan, baik berupa doa, perhatian, maupun sumbangan. Semua dukungan ini memungkinkan kantor kecil kita terus berjalan, tetap memperhatikan korban migrasi paksa dan perdagangan manusia. Buah perhatian dan kemurahan hati Anda sekalian telah menjadi tanda nyata kasih Allah bagi mereka yang paling rentan.
Di tengah sukacita Natal, marilah kita bersama memohon kepada Tuhan hati yang selalu siap sedia untuk diutus: hati yang peka melihat Yesus yang hidup dalam diri mereka yang terluka, tersingkirkan dan membutuhkan. Semoga kita terus mendengar suara-Nya yang lembut namun tegas: “Apa yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat 25:40)
Kita juga mohon keteguhan iman, agar Dia Tuhan dan Penyelamat kita yang selalu setia, tetap menuntun perjalanan hidup kita di tahun yang baru. Semoga Kristus membimbing langkah-langkah kita, menerangi keputusan-keputusan kita dan menghibur hati kita dalam setiap pergulatan.
Bersama ini saya sampaikan bahan renungan yang berjudul Mengasihi Maria, Kumpulan Doa-doa dan Latihan Rohani. Semoga ini dapat menjadi sebuah tanda kecil bahwa kita semua tidak berjalan sendirian, tetapi bersama Bunda Maria yang setia sejak memangku Bayi Yesus di Betlehem sampai memangku tubuh yang sama, tiga puluh tiga tahun kemudian di bawah salib. Semoga kita siap menerima rahmat kesetiaan juga.
Dengan penuh syukur dan harapan, saya mengucapkan:
Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Semoga damai Kristus, yang lahir dalam kesederhanaan Palungan, tinggal di hati
kita dan memancarkan berkat bagi dunia.
Jakarta, Pertengahan Desember 2025
Ignatius Ismartono, SJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar