Rabu, 20 Maret 2024

Surat Natal 2016

Para sahabat yang terkasih,

Natal datang lagi. Kita bertemu lagi dalam sebuah kesadaran iman bahwa kita bersatu karena dihubungkan dengan Yesus yang kita percaya sebagai Penyelamat kita. Selamat Natal, selamat dipersatukan dengan-Nya dan dipersatukan satu sama lain sebagai sahabat-Nya. Dialah yang memilih kita menjadi sahabat-Nya. (Bdk. Yoh. 15:14). Dan karena kita semua sahabat-Nya, kita menjadi sahabat satu sama lain bagaikan ranting dengan pokok anggur (Yoh 15:1). Mari kita bersyukur karena pilihan menjadikan kita sahabat-Nya.

Wisma SY - sebagai kelanjutan Kramat-7 - dikenal sebagai wisma Sahabat Yesus karena memang karena di sana para mahasiswa-mahasiswi yang adalah sahabat-Nya saling bertemu, saling menjadi inspirasi, untuk membentuk komunitas yang menyiapkan diri diutus ke dalam dunia untuk menggaraminya, untuk meneranginya. Marilah kita bersyukur atas pengalaman berkomunitas itu, dengan berusaha agar terang itu tak padam dan garam itu tak kehilangan rasa asinnya, menjadi tawar, sehingga dibuang dan diinjak orang. (Bdk. Mat. 5:13).

Perkumpulan Sahabat Insan – dengan mencantumkan kata sahabat di dalamnya – adalah salah satu wujud kelanjutan semangat sahabat yang bersumber pada Yesus. Dialah Sang Sahabat yang kelahiran-Nya sedang kita rayakan sekarang ini, yang selama ini semangat-Nya kita usahakan untuk menjadi semangat kita dalam perjalanan hidup.

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih atas persahabatan yang sampai sekarang masih tumbuh di antara kita. Melalui persahabatan ini Sahabat Insan menerima banyak sumbangan kasih, yang berupa waktu, perhatian, kecerdasan, dana, ide dan tentu saja doa.

Sebagai sebuah perkumpulan yang pusatnya adalah Yesus sendiri, selama ini kita dengan rendah hati mencoba melakukan apa yang Yesus ingin sahabat-Nya kerjakan. Pertama, Yesus sebagai yang paling hina tetapi sekaligus penyembuh. Untuk itu kita perhatikan mereka yang terbuang terutama buruh migran dan korban perdagangan manusia. Ini bersumber pada Yesus yang mengatakan bahwa diri-Nya sebagai yang paling hina (Mat. 25:40).

Kedua, Yesus adalah Sang Guru yang mencintai kaum muda. Para Rasul pertama-Nya pun orang-orang muda. Dia mengajar agar orang-orang muda tahu dan percaya bahwa Allah menjadi Bapa mereka. Untuk itu mari kita dukung usaha yang diprakarsai oleh beberapa teman kita untuk menjadi pendamping mahasiswa.

Maka ucapan selamat Natal juga berisi harapan baru agar undangan untuk menjadi sahabat-Nya dapat kita jawab dengan baik. Semoga persahabatan kita dengan Yesus Sang Anak Allah ini semakin menjadi sumber hidup kita. Semoga karenanya kita menjadi lebih berani hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Akhirnya, semoga tahun baru 2017 ini menjadi juga tahun penuh rahmat bagi kita semua. Semoga yang baik dari tahun yang telah lewat diintegrasikan dalam proses kita dalam menjalankan ziarah kehidupan ini dan yang tidak baik tak kita ulangi lagi, kita buang, kita ampuni, karena Tuhan kita adalah Sang Pengampun yang berbelas kasih.

Sekali lagi, Selamat Hari Raya Natal, 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 2017.


Teriring salam dan hormat saya,

I. Ismartono, SJ

Direktur




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga Perempuan Penjaga Kehidupan: Dewi Kunti, Dewi Sinta, dan Dewi Mariyah (Bunda Maria)

  Dalam keheningan bumi Nusantara, kita mengenal sosok-sosok perempuan yang memancarkan energi kehidupan: Dewi Kunti, Dewi Sinta, dan Dewi M...