Rabu, 20 Maret 2024

Surat Natal 2021

 Jakarta, 16 Desember 2021

Yang terkasih (sapaan)

Saat ini kita masih di dalam masa Adven, masa menanti. Penantian kita akan kedatangan Yesus, tidak sama dengan penantian yang dilakukan oleh mereka yang ada sebelum Yesus lahir pada Natal pertama. Mereka yang hadir pada Natal pertama adalah mereka yang ketika sedang menantikan kedatangan Tuhan belum tahu wujud kehadiran Tuhan itu seperti apa.

Kali ini saya ingin mengajak untuk merenungkan dua, Orang Majus dari Timur (Mt 2:1-12) dan Gembala-gembala (Lk. 2:8-20). Pertama-tama, yang nampak pada kita ialah bahwa kedua pengunjung pertama itu tidak datang sendirian. Secara tertulis di dalam Kitab Suci, mereka tidak disebut berapa jumlahnya. Kemudian karena ada tiga macam persembahan, maka disebut bahwa mereka bertiga, bahkan kemudian disebut namanya sebagai Melichior, Gaspar dan Balthazar. Sedangkan, tentang para Gembala, tidak ada sebutan nama, selalu saja disebut sebagai mereka. “Mereka” itu sepanjang sejarah akan dapat diisi oleh siapa saja, termasuk kita.

Natal tahun 2021 ini saya mengajak bersyukur karena melalui Sahabat Insan ini, kita menjadi seperti para pengunjung pertama itu, yaitu kita tidak datang sendirian, kita menghadap Yesus bersama-sama. Marilah kita mohon, agar kebersamaan ini kita sadari sebagai anugerah yang kita kembangkan, untuk menjadi semakin dekat satu sama lain. Kedua, baik Orang Majus, maupun para Gembala, ketika berjumpa dengan Yesus, mereka mengalami apa yang selama ini mereka inginkan dan kemudian menyatakan suatu penghormatan: Orang Majus menghaturkan persembahan, sedangkan para Gembala mengalami sebuah kesesuaian antara berita yang diterima dan bayi yang dilihat dan karena itu mereka mengalami sebuah kesukaan. Semoga perayaan Natal tahun ini, juga membawa akibat yang sama di dalam hati kita.

Berjumpa dengan Yesus itu menyentuh hati dan sentuhan itu membuat seseorang mengalami sebuah kesukaan. Mari kita mohon, agar Yesus yang dahulu ditemui oleh Orang Majus dan para Gembala itu memberi kita kesukaan, kesukaan yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa, kesukaan yang tidak hanya untuk diri kita sendiri.

Bagi baik Orang Majus maupun Gembala, setelah berjumpa dengan Yesus, Maria dan Yoseph, mereka kembali ke tempat asalnya. Kembali dengan kesukaan yang mengisi hati mereka secara baru. Marilah kita mohon, semoga perjumpaan kita dengan Yesus melalui kebersamaan kita di perkumpulan Sahabat Insan ini membuat kita memiliki hati baru yang penuh kesukaan sehingga dapat membuat semakin banyak orang menjadi suka juga. Kembalinya Orang Majus dan para Gembala ke tempat asal mereka semoga menjadi teladan bagi kita untuk kembali ke dalam diri kita, ke dalam keluarga kita, ke dalam pekerjaan dan tugas kita. Karena telah berjumpa dengan Yesus, hati Orang Majus dan para Gembala itu menjadi baru demikian juga kita memiliki semangat baru penuh kesukaan di dalam hidup ini. Hidup yang masih diberikan kepada kita meski Covid 19 telah merenggut nyawa banyak orang, kita masih diberi hidup. Perayaan Natal tahun ini, merupakan kesempatan untuk lebih menyadari hidup ini benar-benar sebuah pemberian, sebuah anugerah,sebuah berkat. Mari kita berusaha agar dengan berkat yang telah diberikan kita dapat menjadi berkat bagi sesama dan seluruh alam ciptaan.

Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan kita di dalam Sahabat Insan, terima kasih atas perhatian dalam beraneka bentuk: kebersamaan, doa, sumbangan-sumbangan baik yang berupa dana, waktu, pemikiran dan keterbukaan. Mari kita datang kepada Yesus secara bersama-sama. Semoga sebagai tanda bahwa kita dekat dengan Yesus, kita dekat satu sama lain dekat juga dengan wujud Yesus di jaman ini.

Berkat Natal 2021 menjadi modal awal untuk melangkah masuk ke dalam tahun baru 2022.


Teriring salam dan doa saya.

I. Ismartono, SJ




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga Perempuan Penjaga Kehidupan: Dewi Kunti, Dewi Sinta, dan Dewi Mariyah (Bunda Maria)

  Dalam keheningan bumi Nusantara, kita mengenal sosok-sosok perempuan yang memancarkan energi kehidupan: Dewi Kunti, Dewi Sinta, dan Dewi M...