Rabu, 20 Maret 2024

Surat Natal 2022

 Selamat Natal, 25 Desember, 2022. Semoga damai dan kekuatan dari Tuhan yang telah menjadi manusia meresapi hidup kita. Mari kita mengucap syukur, karena kita dianugerahi iman untuk percaya bahwa Allah yang maha agung dan kuasa merendahkan diri sedemikian rupa, menjadi salah satu dari kita sehingga dapat menjadi sangat dekat dengan kita, dari berbentuk Bayi di kandang, sampai dalam bentuk Hosti di dalam Komuni. Semoga kedekatan-Nya dengan kita membuat kita semakin dekat satu sama lain.

Terima kasih atas kebersamaan kita selama ini. Kebersamaan yang membawa buah kegembiraan. Kegembiraan yang menjadi daya untuk berjalan bersama. Saya percaya, bahwa kasih Allah lah yang kita terima melalui kebersamaan ini. Kasih itu begitu besar, sehingga meluap keluar, tidak hanya mengarah ke diri kita masing-masing atau kelompok kita, tetapi juga kepada mereka yang berada di luar lingkaran kita.

Di dalam Surat Natal Bersama KWI dan PGI tahun 2022 ini dapat dibaca sebuah kalimat yang menarik perhatian: “Kasih Allah juga bisa diwartakan dengan kesediaan kita untuk menjadi teman dan sahabat bagi saudara-saudari kita yang menjadi korban pelecehan seksual, peredaran obat-obat terlarang, pemutusan hubungan kerja, diskriminasi, bencana alam, dan berbagai bentuk ketidakadilan lainnya. Kasih Allah yang hadir dalam peristiwa Natal ini memanggil kita untuk peduli pada sesama yang sedang menderita, karena apa yang kita lakukan untuk saudara-saudari kita yang sedang menderita atau mengalami kehinaan, kita lakukan juga untuk Allah” (bdk. Mat. 25:40).

Di sini dipergunakan istilah korban. Korban, bukan istilah yang asing bagi kita, Vox Victimae Vox Dei, itu semboyan kita: Suara Korban adalah Suara Tuhan. Pada saat kita memilih istilah itu, kisah yang memberi inspirasi adalah cerita tentang Tuhan yang bertanya kepada Kain, si anak Adam dan Hawa, yang adalah petani, yang mempunyai adik, Habil seorang penggembala. Kain merasa bahwa persembahannya yang berupa hasil bumi tidak dihiraukan oleh Tuhan. Maka hati Kain menjadi sangat panas dan mukanya muram. Kain mengajak adiknya pergi ke padang untuk dipukul sampai mati. Kemudian, Tuhan menemui Kain dan bertanya:”Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya:”Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Maka Tuhan berfirman:”Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah…” (Kej 4:9-10).

Anak-anak Manusia Pertama itu menulis sejarahnya dengan menjadikan yang satu korban bagi yang lain karena di antara mereka tidak dikembangkan kasih. Tetapi meskipun sudah mati, darah Habil berteriak kepada Tuhan dan Tuhan mendengarkannya dan sejak tertulis di dalam Kitab Suci, suara korban itu menjadi suara Tuhan. Pada jaman ini, kita yang percaya kepada Tuhan juga dipanggil untuk mengembangkan pendengaran kita agar hati dan telinga kita menjadi tajam sehingga mampu mendengar suara mereka yang menjadi korban.

Dalam perayaan Natal tahun ini semoga pertanyaan Tuhan mengenai saudara-saudari kita, tidak kita jawab: ”Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga mereka?”. Seperti selama ini, melalui Sahabat Insan, kita berusaha menjawab: ”Ya, Tuhan, kami adalah penjaga mereka.” Kita ini penjaga mereka dengan berusaha menjadi sahabat mereka.

Terima kasih, saudara-saudari, para sahabat atas kebersamaan kita selama ini, atas usaha bersama untuk menjadi sahabat sesama manusia. Terima kasih atas kemurahan hati yang diwujudkan dalam bentuk penyemangatan, di dalam doa dan berbagai harapan baik, dalam bentuk dana sehingga perkumpulan kita ini masih dapat terus berjalan.

Semoga Berkat Natal tahun 2022 ini menjadi kekuatan untuk hidup mengarungi tahun 2023. Semoga Berkat Tuhan melimpah bagi kita masing-masing, bagi keluarga dan masyarakat kita.


Teriring salam saya dan selamat menerima kasih dari-Nya,

(I. Ismartono, SJ)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga Perempuan Penjaga Kehidupan: Dewi Kunti, Dewi Sinta, dan Dewi Mariyah (Bunda Maria)

  Dalam keheningan bumi Nusantara, kita mengenal sosok-sosok perempuan yang memancarkan energi kehidupan: Dewi Kunti, Dewi Sinta, dan Dewi M...