Rabu, 20 Maret 2024

Surat Natal 2020

 Jakarta, 15 Desember, 2020

(sapaan)

Selamat Hari Raya Natal, 25 Desember, 2020 dan Selamat Tahun Baru 2021. Semoga kegembiraan yang Tuhan berikan kepada kita tahun ini, menjadi daya dan kekuatan untuk mengarungi hidup di tahun yang segera akan datang.

Natalan di masa Covid 19 ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bersyukur atas apa yang Tuhan berikan. Pertama - tama mengucapkan terima kasih bahwa kita masih diberi hidup. Meskipun di antara kita ada yang terkena Covid, Tuhan memberikan kesembuhan. Semoga saudara-saudari, kenalan, sahabat-sahabat kita yang telah mendahului kita karena Covid-19 ini dapat menjadi perantara kita untuk mohon semoga bencana ini lekas berlalu, mereka lah yang mengalami dan tahu apa artinya sakit yang diderita sehingga mengantar ke alam baka.

Mari kita bersyukur atas contoh dan teladan mereka yang bekerja keras di sekitar penyelamatan nyawa, para dokter, tenaga medis, para perawat, pengemudi ambulans, dan para peneliti pencari vaksin serta semua yang telah mengorbankan hidupnya untuk kehidupan manusia sesamanya. Semoga Tuhan tetap menjaga dan memberi kegembiraan kepada mereka dalam menjalankan tugas.

Mari kita bawa syukur kita ke Gua Yesus atas semua rahmat yang membuat manusia, di dalam masa bencana ini, ketika hidupnya sendiri terancam, mereka tetap berpikir dan bertindak bagi orang lain. Sikap ini merupakan perwujudan iman kepada-Nya yang meninggalkan Sorga untuk mengunjungi Dunia dan menyelamatkannya.

Mari kita sampaikan kepada Yesus, mereka yang dalam masa Covid ini mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri, dengan berbagai cara, misalnya mengkorupsi bahan-bahan bantuan untuk mereka yang hidupnya sangat ditentukan oleh bantuan tersebut. Mari kita mohon agar Tuhan meng(h)ajar mereka untuk bertobat.

Perayaan Natal ini juga menjadi kesempatan bagi saya untuk mengucapkan terima kasih kepada Anda, masing-masing dan bersama-sama, karena Sahabat Insan menerima banyak dari Anda, dengan menjadi pendoa, penderma, relawan-relawati penasehat atas berbagai usaha memberi perhatian kepada anak-anak Indonesia yang berada dalam bahaya karena – justru ketika berbagai lembaga pendidikan sedang mencari cara yang tepat untuk melaksanakan proses belajar mengajar, justru ketika sarana internet diperbaiki untuk lancarnya proses mencerdaskan bangsa – jaringan yang merusak mereka yang mau memperdagangkan mereka, tak kalah cepat menyelundup masuk ke dalamnya dengan program-programnya yang menggiurkan dan licik.

Akhirnya, sekali lagi, terima kasih atas segala perhatian Anda selama ini, Tuhan sendiri yang kami mohon untuk membalas kebaikan Anda, karena Dia adalah yang Maha Bijaksana..


Teriring Salam dan hormat saya,

I. Ismartono, SJ




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga Perempuan Penjaga Kehidupan: Dewi Kunti, Dewi Sinta, dan Dewi Mariyah (Bunda Maria)

  Dalam keheningan bumi Nusantara, kita mengenal sosok-sosok perempuan yang memancarkan energi kehidupan: Dewi Kunti, Dewi Sinta, dan Dewi M...